8/12/2013


Mengembara
Dipanasnya siang ini, hatiku teduh di hadapan pepohonan kecil yang mempunyai bunga warna kuning menyala-nyala diterpa terang sang matahari tepat di atas.
Tak kupedulikan binar mata memandangku tak biasa. Sebab siapa tahu aku memang tak biasa. Biar rumit persahabatanku ku bawa termangu di bawah panas siang ini.
Ah, yang kutunggu itu belum kunjung keluar. Aku berharap satu-satunya hati itu akan bercerita banyak meski harus ku tumpuk-tumpuk dalam ruang hati yang carut-marut. Aku ingin melepaskan rantai yang mengikat pembicaraan kita hari ini. Aku bukan malaikat, tapi ingin ku pegang erat sayap-sayapnya biar aku mampu belajar terbang setinggi-tingginya, belajar makna disetiap tempat.
Tak ada yang tahu aku duduk dibawah gedung-gedung tinggi ini. Karya abad ini yang begitu cerdas, tapi yang duduk ini hanya memandangnya lemah. Tak tahu dunia, padahal jasad dan nyawanya berkelana disana. Mungkin hanya sepenggal hidupku yang kuhabiskan untuk menyentuh setiap permukaan dinding-dinding besar itu. Untuk melihat dimensi kecerdasan zaman.
Aku malu menunggumu disini. Sebab, aku tak berarti untuk apapun. Yang bisa kuberi akan kuberikan sampai habis di sisa-sisa persahabatan dan cinta yang mengembara.
Masih lamakah? Kutunggu ya :)

Tidak ada komentar: